cicakku kehilangan ekornya

Just another WordPress.com weblog

prinsip kerja November 7, 2006

Filed under: Uncategorized — cicakku @ 8:17 am

. Kerja, aktifitas, ‘amal dalam Islam adalah perwujudan rasa syukur kita kepada ni’mat Allah SWT. (QS. Saba’ [34] : 13)

اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ {سبأ/13}

 2. Seorang Muslim hendaknya berorientasi pada pencapaian hasil: hasanah fi ad-dunyaa dan hasanah fi al-akhirah – QS. Al-Baqarah [002] : 201)

 وِمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ {البقرة/201}

 3. Dua karakter utama yang hendaknya kita miliki: al-qawiyy dan al-amiin. QS. Al-Qashash [28] : 26

 قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ {القصص/26}

 Al-qawiyy merujuk kepada : reliability, dapat diandalkan. Juga berarti, memiliki kekuatan fisik dan mental (emosional, intelektual, spiritual)

 Sementara al-amiin, merujuk kepada integrity, satunya kata dengan perbuatan alias jujur, dapat memegang amanah.

 4. Kerja keras. Ciri pekerja keras adalah sikap pantang menyerah; terus mencoba hingga berhasil. Kita dapat meneladani ibunda Ismail a.s. Sehingga seorang pekerja keras tidak mengenal kata “gagal” (atau memandang kegagalan sebagai sebuah kesuksesan yang tertunda)

 5. Kerja dengan cerdas. Cirinya: memiliki pengetahuan dan keterampilan; terencana; memanfaatkan segenap sumberdaya yang ada. Seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Sulaeman a.s.

 Jika etos kerja dimaknai dengan semangat kerja, maka etos kerja seorang Muslim bersumber dari visinya: meraih hasanah fid dunya dan hasanah fi al-akhirah.

 Jika etos kerja difahami sebagai etika kerja; sekumpulan karakter, sikap, mentalitas kerja, maka dalam bekerja, seorang Muslim senantiasa menunjukkan kesungguhan

 

senin November 6, 2006

Filed under: Basi — cicakku @ 3:55 am

hari ini aku masuk kuliah..praktikum udah mulai euy..
hm ………. kesannya asyik juga lho..lama ga praktikum.tapi ism telanjur .. amburadul..tugas2 pada belum kelar.. belum diberesin..jadwal aktifitas juga kacau..wah kudu dibenahi ni siistem… gmn nie ada yang mo bantuin apa???

 

jam 09.00 November 5, 2006

Filed under: Basi — cicakku @ 5:16 am

hm… pagi liburan gini dah janjian chatting.. ups  seru juga ..cuz lama juga nie kagak ketemu..nan jaoh disono..tapi it’s never mind for me.. hm.. lumayan nie bisa cuap2… meski bentar.tak terasa udah tengah hari.time for pray… lest go friends!!!

 

 

dalam sebulan katam?? weks…. hm,… waduw.. ism belum bisa niee.. prend… ada yang mo kasii masukan ga?? gmn bisa ism bisa kah? tak bisa kah???

kl dibaca si tiap hari,kl ditarget gt jadi mikir2 juga.. abis teu sendiri ism ni masih amburadul.

 

ehh …………. to be continued aja deh .

 

Dajal Anti-Kristus November 5, 2006

Filed under: tarikh — cicakku @ 4:57 am

Seperti halnya semua nabi dan rasul sebelumnya, Nabi Muhammad saw. memprediksi kedatangan Anti-Kristus sebagai salah satu isyarat terakhir datangnya Hari Kiamat. Nabi saw. bersabda: Wahai manusia, tak akan ada huru-hara di muka bumi ini sejak masa Adam yang lebih besar daripada huru-hara Dajal. Sesungguhnya setiap nabi yang dikirim Allah akan memperingatkan umatnya tentang Dajal.

Aku adalah nabi terakhir, dan kalian adalah umat terakhir. Nabi Muhammad saw adalah nabi bagi semua manusia, muslim maupun nonmuslim. Nabi saw. menujukan hadis ini bagi seluruh manusia sehingga beliau berkata, “Wahai manusia!” bukan, “Wahai umat Islam!” atau “Hai orang-orang beriman!” Kemunculan al-Masîh al-Dajjâl (Dajal, Juru Selamat Palsu atau Anti-Kristus) merupakan peristiwa yang menakutkan bagi seluruh manusia di muka bumi, dan peristiwa tersebut akan terjadi pada akhir zaman.

Dia akan merajalela di muka bumi dengan “menyebarkan kerusakan di mana-mana” dan meneror orang-orang beriman serta mengalihkan mereka dari keimanan menuju kekufuran. Seribu empat ratus tahun yang silam, para sahabat sekalipun khawatir dengan kedatangan Dajal. Dajal akan muncul di antara Syam dan Irak, dan beberapa hadis menyebutkan bahwa dia akan muncul di Khurasan, Iran, bergerak cepat dan melintasi seluruh dunia: Al-Nawwâs ibn Sam‘ân meriwayatkan bahwa suatu pagi Rasulullah bercerita tentang Dajal.

Beliau terkadang menggambarkannya sebagai hal yang remeh, dan terkadang sebagai hal yang (dampaknya) sangat serius, dan kami merasa seolah-olah ia ada di rerimbunan pohon kurma.

Ketika kami menghadap beliau pada sore hari, dan beliau menyaksikan tanda-tanda kecemasan di wajah kami, beliau berkata, “Ada masalah apa?” Kami menjawab, “Ya Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajal tadi pagi. Terkadang engkau menggambarkannya sebagai sosok yang sepele dan terkadang sebagai sosok yang sangat penting, sampai-sampai kami berpikir bahwa ia sudah berada dekat kami di rerimbunan pohon kurma.” Kemudian beliau bersabda, “Aku mencemaskan kalian dalam berbagai hal selain persoalan Dajal.

Jika ia muncul ketika aku berada di tengah-tengah kalian, maka akan beradu argumen dengannya mewakili kalian, namun jika ia muncul dan aku tidak berada di antara kalian, salah seorang di antara kalian harus beradu argumen dengannya atas nama dirinya, dan Allah akan melindungi setiap muslim atas namaku.

Sesungguhnya Dajal adalah seorang pemuda dengan rambut dibelit dan salah satu matanya buta. Aku menyerupakan nya dengan ‘Abd al-‘Uzzâ ibn Qathan. Jika di antara kalian ada yang sempat bertemu dengannya, maka hendaklah ia membaca ayat pertama surah al-Kahf. Ia akan muncul di antara Syam dan Irak, dan akan menyebarkan kejahatan di mana-mana. Wahai hamba Allah, tetaplah berada di atas jalan kebenaran!”

Kami bertanya, “Ya Rasulallah, berapa lama ia akan hidup di dunia?” Beliau menjawab, “Selama empat puluh hari, yang satu hari seperti satu tahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu minggu, dan hari-hari sisanya seperti hari-hari kalian.”

Kami berkata, “Ya Rasulullah, pada hari yang sama seperti satu tahun, apakah salat sehari sudah cukup bagi kami?” Beliau menjawab, “Tidak, kalian harus memperhitungkan waktunya (dan kemudian melaksanakan salat).” Kami bertanya, “Ya Rasulallah, seberapa cepat ia akan menjelajahi bumi?” Beliau menjawab, “Seperti awan yang ditiup angin. Ia akan mendatangi sebuah bangsa dan mengajaknya (kepada agama yang sesat), dan mereka akan memercayainya dan mengikuti ajakannya.

Ia kemudian akan memberi instruksi kepada langit dan kemudian hujan turun membasahi bumi dan menumbuhkan tanaman. Kemudian pada sore harinya, hewan-hewan yang gemuk akan datang kepada mereka dengan punuknya yang tinggi, kantong susu yang penuh berisi, dan panggul yang lebar. Ia kemudian akan datang ke bangsa lain dan mengajak mereka (kepada agamanya yang sesat).

Namun, mereka kemudian menolaknya, dan ia pergi meninggalkan mereka. Lalu mereka ditimpa kekeringan dan tak tersisa lagi kekayaan mereka sedikit pun. Ia kemudian akan berjalan menelusuri tanah yang tandus itu dan berkata, ‘Keluarkan isi perutmu,’ dan isi bumi akan keluar dan berkumpul di depannya seperti sekawanan lebah. Ia kemudian akan memanggil seorang anak muda. Kemudian ia memenggalnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian serta memisahkan kedua potongan tubuh itu di dua tempat terpisah sejauh busur panah dan sasarannya.

Ia kemudian akan memanggil kembali anak muda itu yang akan datang ke hadapannya sambil tertawa dengan wajah yang ceria karena bahagia, dan persis pada saat-saat seperti itulah Allah akan mengutus ‘Isâ ibn Maryam, dan beliau akan turun dari menara putih di timur Damaskus dengan mengenakan dua jubah yang dicelup dengan semacam kunyit sambil meletakkan kedua tangannya di sayap dua malaikat.

Ketika ia menundukkan lehernya, butiran keringatnya akan jatuh menetes dari kepalanya, dan ketika ia mengangkatnya kembali, butiran laksana mutiara akan bertebaran keluar dari kepalanya. Setiap orang kafir yang mencium wangi tubuhnya akan mati dan tarikan napasnya akan mencapai jarak sejauh mata memandang. Ia akan mencari Dajal hingga berhasil menangkapnya di gerbang Ludd dan kemudian membunuhnya.

Kemudian orang-orang yang dilindungi Allah akan menghadap Isa ibn Maryam dan ia akan mengusap wajah mereka dan memberi tahu kedudukan mereka di surga. Ketika itulah Allah akan menurunkan wahyu kepada ‘Îsâ, ‘Aku telah mengutus ke tengah-tengah kalian seorang hamba-Ku yang tidak akan terkalahkan, engkau membawa umatku dengan aman ke bukit Thûr,’ dan Allah kemudian akan mengirim Ya’jûj dan Ma’jûj dan mereka akan turun dari setiap dataran tinggi.

Yang pertama di antara mereka akan melintas Danau Tiberias dan meminum airnya, sementara yang terakhir di antara mereka akan melewatinya dan berkata, ‘Dulu di sana ada air.’ Isa as dan para sahabatnya akan terkepung di tempat itu (di bukit Thûr, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga harga kepala seekor lembu jantan lebih dari seratus dinar, lalu Nabi Allah, ‘Îsâ, dan para sahabatnya akan berdoa kepada Allah, yang akan mengutus bala tentara serangga untuk menyerang mereka (pada bagian leher) dan pada pagi harinya, mereka musnah seperti satu orang saja.

Nabi Allah, ‘Îsâ, dan para sahabatnya kemudian akan menuruni lembah dan mereka menemukan bangkai mereka dan bau busuk pada setiap jengkal tanah daratan. Nabi Allah, ‘Îsâ, dan para sahabatnya kemudian kembali memohon perlindungan Allah, yang akan mengutus bala tentara burung yang lehernya mirip dengan unta berpunuk ganda dan akan membawa bangkai mereka dan membuangnya ke tempat yang dikehendaki Allah.

“Lalu Allah akan menurunkan hujan yang akan menyeret semua rumah dari tanah liat atau tenda dari kulit unta dan membersihkan bumi hingga ia tampak seperti cermin. Kemudian bumi akan diperintahkan untuk mengeluarkan buah-buahan dan mengembalikan rahmatnya, sehingga akan tumbuh buah delima yang sangat besar sehingga sekelompok orang bisa memakannya beramai-ramai dan berlindung di balik kulitnya, dan sapi perahan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sekelompok orang bisa meminumnya beramai-ramai.

Unta perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga seluruh anggota suku bisa meminumnya beramai-ramai, dan domba perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sebuah keluarga bisa meminumnya beramai-ramai. Saat itulah Allah akan mengirimkan hembusan angin lembut yang bahkan akan menyejukkan ketiak setiap orang. Angin sejuk itu akan mengambil nyawa setiap orang beriman, dan yang tertinggal di bumi hanyalah orang-orang jahat yang akan melakukan perzinaan seperti keledai, dan Hari Kiamat akan menimpa mereka.”

Hadis tersebut menyebutkan bahwa Dajal akan berjalan di muka bumi seperti awan yang ditiup angin. Anas meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:Tidak ada tempat yang tidak dimasuki Dajal kecuali Mekah dan Madinah. Ibn ‘Umar meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku memperingatkan kalian tentang Dajal, dan setiap nabi yang diutus pasti akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Tak diragukan lagi, Nûh telah memperingatkan umatnya tentang Dajal, tetapi aku akan menceritakan sesuatu tentang Dajal yang tak diceritakan oleh para nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.

Ubay ibn Ka‘b meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Mata Dajal berwarna hijau seperti kaca. Anas ibn Mâlik meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Tidak ada seorang nabi yang diutus Allah kepada umatnya, kecuali dia pasti memperingatkan mereka tentang pendusta bermata satu. Sesungguhnya ia memang bermata satu, dan sesungguhnya Tuhan kalian tidak bermata satu. Di antara kedua matanya tertulis huruf kâf, fâ’ dan râ’ (kafara, ingkar).

Di kening Dajal tertulis huruf kâf, fâ’, dan râ’. Nabi saw. mengatakan bahwa rangkaian huruf itu akan terlihat hanya oleh orang-orang beriman yang akan dilindungi Allah dari fitnah Dajal. Dajal bukanlah sebuah organisasi yang bernama kafara, bukan pula sebuah komunitas atau negara. Dajal adalah sesosok manusia. Nabi saw. memberi tahu kita bahwa pada akhir zaman akan muncul seorang manusia yang akan menipu semua manusia. Dajal akan menguasai dunia. Maka, orang-orang Islam harus waspada agar hati mereka tidak memendam cinta terhadap dunia sehingga mereka tak akan meninggalkan agama karena rayuan Dajal.

Dia dapat menyembuhkan orang yang sakit dengan mengusapkan tangannya ke tubuh mereka, seperti yang dilakukan ‘Îsâ, tetapi dengan tipuannya itu, Dajal akan menggiring orang ke jalan menuju neraka. Jadi, Dajal adalah juru selamat gadungan, atau Anti-Kristus (al-Masîh al-Dajjâl). Dia akan berpura-pura menjadi juru selamat dan menipu orang dengan mempertontonkan kekuatannya yang menakjubkan.

Nabi saw. bersabda: Dajal akan muncul dengan mengenakan pakaian ihram ke perbatasan Madinah. Salah seorang penduduk terbaik Madinah akan menghampirinya dan berkata, “Aku bersumpah bahwa engkau adalah Dajal yang diceritakan oleh Nabi saw.” Dajal kemudian berkata kepada para pengikutnya, “Jika aku bunuh orang ini dan menghidupkannya kembali apakah kalian percaya padaku?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Dajal membunuh orang itu dan menghidupkannya kembali. Ketika orang itu hidup kembali ia berkata, “Demi Allah, aku yakin bahwa engkau adalah Dajal!” Kemudian Dajal akan membunuhnya.

Dajal akan datang dengan kekuatan setan. Dia akan meneror orang-orang Islam agar mau menjadi pengikutnya, dan mengubah mereka menjadi orang-orang kafir. Dia akan menyembunyikan kebenaran dan menawarkan kebatilan. Nabi saw. mengatakan bahwa Dajal akan memiliki kekuatan untuk menampilkan wujud leluhur seseorang di kepalanya, seperti layar televisi. Leluhur itu akan berkata, “Wahai anakku, orang ini berkata benar. Aku kini ada di surga karena aku orang baik dan aku percaya kepadanya.”

Sebenarnya orang itu ada di neraka. Jika ia berkata, “Percayalah kepada orang ini, aku ada di neraka karena aku tidak percaya kepadanya,” orang harus berkata kepada Dajal, “Tidak, ia ada di surga. Ini palsu.” Abû Umâmah al-Bâhilî meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Dajal akan berkata kepada suku badui, “Apakah pendapat kalian jika aku dapat membawa ayah dan ibu kalian hidup kembali? Apakah kalian akan percaya bahwa akulah tuhan kalian?” Orang-orang badui itu akan menjawab, “Ya.” Kemudian dua sosok setan akan muncul menyerupai ayah dan ibu mereka dan berkata, “Wahai anak-anakku, ikutilah dia karena dialah tuhan kalian.”

Apa pun yang diperlihatkan oleh Anti-Kritus selalu bertentangan dengan kebenaran. Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Maukah kalian kuceritakan sesuatu tentang Dajal yang tidak diceritakan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya? Dajal adalah manusia bermata satu, dan akan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka; tetapi apa yang dikatakannya sebagai surga sebenarnya adalah neraka. Aku memperingatkan kepada kalian tentang Dajal, seperti yang diperingatkan Nûh kepada umatnya.

Hudzayfah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku lebih mengetahui kekuatan yang dimiliki Dajal ketimbang dirinya sendiri. Ia akan memiliki dua sungai yang mengalir. Salah satunya tampak seperti air sebening kristal, dan yang lainnya akan tampak seperti kobaran api. Barang siapa sempat menyaksikannya, pilihlah sungai yang tampak seperti api, lalu tutuplah mata kalian, tundukkan kepala dan minumlah airnya, karena airnya akan terasa dingin. Dajal itu bermata satu, salah satu matanya yang buta akan tertutup oleh sepotong kulit. Di tengah keningnya tertulis kata kâfir dan setiap orang yang beriman akan dapat membacanya sekalipun buta huruf.

Kemunculan Anti-Kristus pasti akan terjadi di akhir zaman. Peristiwa menakutkan itu sedang mendekat, dan pada saat itu hanya tiga kota yang akan selamat: Mekah, Madinah, dan Syam (Damaskus). Jika seseorang ingin menyelamatkan hidupnya, ia harus pergi ke tiga kota itu. ‘Â’isyah meriwayatkan sebuah doa yang dibaca Nabi saw. dalam salatnya: Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur dan dari kekacauan yang dibuat Dajal. Nabi saw. dan para sahabat sangat peduli dengan kemunculan Dajal.

Orang-orang Islam dewasa ini harus benar-benar memerhatikan apa yang dijelaskan Nabi saw. tentang Dajal dan memohon perlindungan Allah dari kejahatan hebat ini. Nabi saw. sangat menganjurkan orang-orang Islam agar selalu menjaga kondisi wudu (suci). Nabi saw. sendiri selalu memperbarui wudu ketika hendak memulai salat meskipun beliau belum batal wudunya, karena beliau adalah nûr ‘alâ nûr (cahaya di atas cahaya). Pada Hari Kiamat, cahaya wudu akan memancar dari tubuh orang-orang beriman. Wudu juga akan melindungi kita dari kejahatan setan, seperti yang disebutkan oleh Nabi saw., “Wudu merupakan senjata kaum beriman.”

Setiap kali keimanan seseorang sedang mengalami ujian berat, sangat dianjurkan agar ia selalu menjaga wudu dan segera memperbarui wudu ketika ia batal, agar kejahatan dan setan menjauh darinya. Nabi saw. juga menganjurkan agar membaca ayat-ayat tertentu untuk melindungi diri dari huru-hara Dajal. Abû al-Dardâ’ meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf (dalam riwayat lain, sepuluh ayat terakhir ), maka ia akan terlindung dari keributan Dajal.

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Abû al-Dardâ’, Nabi saw. bersabda: Jika Dajal menghampiri salah seorang yang hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf, ia tidak dapat mencelakainya. Dan barang siapa yang hapal ayat-ayat terakhir surah al-Kahf, ia akan bercahaya pada Hari Pembalasan

Pembunuhan dan Pengrusakan, Armageddon

Hadis Mu‘âdz ibn Jabal melukiskan sebuah pertempuran dahsyat yang terjadi saat penaklukan Konstantinopel (Istanbul), dan kemunculan Dajal, sang Anti-Kristus. Mu‘âdz ibn Jabal meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Peperangan sengit yang berdarah-darah akan terjadi pada saat penaklukan Konstantinopel serta kemunculan Dajal (Anti-Kristus).

Pada masa lalu terjadi pertempuran besar antara kaum muslim dan orang-orang Romawi di Konstantinopel, tepatnya pada masa sahabat Abû Ayyûb al-Anshârî.
Pada masa itu Orang-orang Islam tidak berhasil menaklukkan kota tersabut. Nabi saw memprediksikan bahwa Abû Ayyûb al-Anshârî akan meninggal karena cuaca dingin (sebuah prediksi yang tidak lazim, mengingat mereka hidup di daerah beriklim panas), dan ternyata Abû Ayyûb meninggal dalam pengepungan di daerah beriklim dingin (672 M).

Bertahun-tahun kemudian, Muhammad Fâtih menaklukkan Konstantinopel, seperti yang diprediksi oleh Nabi saw. dalam hadis lainnya: Konstantinopel tentu akan ditaklukkan. Betapa hebatnya komandan pasukan yang menaklukkannya, dan betapa hebat pasukan itu.

Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Utsmani, Muhammad Fâtih, pada tahun 1453 M, merupakan tanda akhir zaman menurut hadis Nabi. Namun, Nabi menyebutkan bahwa kota tersebut akan ditaklukkan dua kali, artinya persoalan Konstantinopel akan kembali mengemuka. Seperti yang disebutkan dalam hadis Mu‘âdz ibn Jabal di atas, peristiwa tersebut akan terjadi setelah peperangan hebat yang memakan banyak korban (khurûj al-malhamah), yang diperjelas dalam hadis berikut. Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Hari Kiamat tidak akan datang sebelum dua kelompok besar bertemu dalam sebuah peperangan yang luar biasa dahsyat dengan satu tujuan.

‘Awf ibn Mâlik meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Cermatilah enam peristiwa sebelum datangnya kiamat: kematianku; pembebasan Bayt al-Maqdis; kematian masal, seperti wabah domba; melimpahnya uang sehingga bila seseorang memberikan seratus dinar kepada orang miskin, ia akan menyepelekannya; kebingungan yang akan merasuki semua rumah orang-orang Arab; terjadinya gencatan senjata antara kalian dengan orang-orang nonmuslim, karena mereka akan jauh mengungguli kekuatan kalian, dan mereka akan mendatangi kalian dengan 80 kelompok (serdadu atau alasan) yang berbeda, yang masing-masing terdiri atas 12.000 serdadu.

Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa akan terjadi peperangan mahadahsyat yang berdarah-darah antara dua kelompok besar yang memiliki satu tujuan. Isyarat itu membuat banyak orang menduga-duga bahwa perang besar (mungkin perang nuklir) antara dua adidaya dunia akan meletus di kawasan yang menjadi sasaran kepentingan keduanya, entah itu Asia Tengah, kawasan Teluk, atau Timur Tengah. Perang itu akan menimbulkan banjir darah dahsyat akibat banyaknya korban yang berjatuhan, dan perang itu akan berpengaruh pada Konstantinopel.

Peristiwa ini akan terjadi di masa depan dan merupakan salah satu tanda Kiamat yang paling penting, yang dalam kitab-kitab suci disebut dengan Armageddon. Hadis menunjukkan bahwa peristiwa ini menandai dekatnya kemunculan Dajal, Anti-Kristus. Hadis pertama menyebutkan bahwa Nabi saw. menepuk paha Mu‘âdz ibn Jabal sambil berkata, “Ini sebuah kebenaran, persis seperti saat kamu duduk sekarang ini.” Memukul paha merupakan cara untuk mempertegas sebuah kenyataan. Maksudnya, “Itu akan terjadi. Jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh.”

wassalam

 

Teka-Teki Nie… November 5, 2006

Filed under: bikin senyum — cicakku @ 2:51 am

Anak apa yang paling jelek di dunia?……..

 

November 4, 2006

Filed under: Uncategorized — cicakku @ 8:04 am

ku tak mengerti lhoo…ini simbol yang aku dapet di internet.. teu ga kalian apa artinya ?? zitze itu berasal dari bahasa Jerman. mo teu artinya dalam bahasa indonesia?? nah ..aku ntu dulu iseng aja bikin e-mail namanya zitze_18@yahoo.com

ampe sekarang getol banget ma ntu e-mail… udah lama sejak SMU siii..cuma banyak kenangan dibalik nama zitze.

ada bebrapa temen deket yang bilang” wah keren ntu e-mailnya…

weksss..padahal mereka kagak teuu…apa gt artinya..

kalian penasaran ga?? buka aja tu kamus bahasa jerman.. ato yang udah ahli bahasa pasti udah teu ..mafhum banget malah..

mo tebak2an ga???

itu sesuatu yang sangat membedakan antara kaum hawa and adam..

kikkkikkkkk…………. ups..jangan mikir negatif dulu yah………….

mett berpikir Ria……….

 

Doa tak terijabah,kenapa??? November 4, 2006

Filed under: Uncategorized — cicakku @ 4:09 am
 

 

Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).

Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :

1. Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada mamfaatnya keimananmu itu.
2. Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’
atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?
3. Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan.
4. Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.

5. Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?
6. Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.
7. Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.

8. Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.

Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.

Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki dating kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku paham apa maksudmu?”

“Bagaimana dua bunyi ayat itu?” Tanya Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60). Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya.

“Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far.

“Tidak,” jawab orang itu.

“Lalu ayat yang kedua apa?” Tanya Imam Ja’far lagi.

“Ayat yang kedua berbunyi “Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin” (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya,” ujarnya.

“Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far lagi.

“Tidak,” jawabnya.

“Lalu mengapa?” Tanya imam Ja’far.

“Aku tidak tahu,” jawabnya.

Imam Ja’far kemudian menjelaskan, “Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo’a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do’amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo’a kepada Allah, maka berdo’alah kepada-Nya dengan Jihad Do’a. Tentu Alah akan menjawab do’amu walaupun engkau orang yang berdosa.”

“Apa yang dimaksud Jihad Do’a?” sela orang itu.

Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.

Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.

Kemudian bacalah, “Ya Allah, aku memnita maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau rdhai. Karena aku tidak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do’amu,” papar Imam Ja’far.***

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.